Thursday, August 28, 2014

Kabar Gembira

Bismillah...

Kabar Gembira untuk kita semua
Kulit manggis kini ada ekstraknya :D

Ups, malah ngiklan...
Aaaaaaaggrrrhhh *lega...
Lama bangeeet ga nulis dimari, serasa dunia bukan lagi tempat berbagi, xixixi...

"Ay, rasanya banyak banget ya moment berharga terlewati, kayaknya aku harus nge-blog!" Kata suamiku.

What? apa ga salah denger tuh? Aku shock bukan kepalang... Hellooo, secara dia mah punya FB aja ga pernah di-update apa lagi blog? Asli Shock-lah ya tapi dengan itu pula kepala saya bagai dibenturkan batu karang, lalu tersadar, betapa sudah lamaaa sekali saya tidak nulis. Masya Allah, huhu... Hal yang paling sedih bukan, ketika sebuah hobi dicampakkan begitu saja? *lebay :P

Terus2, selain kabar gembira kulit manggis, ada apa lagi?
Ehm, tau tulisan saya yg Dear Say kan? Udah lama sih sebenernya pengumumannya... Alhamdulillah jadi salah satu pemenang utama. Udah gitu, suratnya dibacain pula pas pengumuman, aduuuh malunya bukan main. Suamiku? Ngacir-ngacir mulu karena dia malu, tapi akhirnya seneng juga sih karena istrinya menang, pulangnya ditraktir pizza dech :D

Dan, entah ya sebenernya males juga ngabarin kalau saya sekarang hamil lagi. Pasalnya? Ada aja orang yang nyinyir bilang ini itu. Hellooo, ini rumah tangga gue kaleee, mau punya anak berapa kek, emang nyusahin elo? :D :P

Iya bener, aku hamil lagi. Aku aja shock, beneran ga ya, beneran ga sih? salah kali... dll...
Tapi, inilah yang namanya rezeki. Meskipun sebelumnya sudah punya plan, setelah lebaran mau kerja lagi, aktifitas lagi, kuliah lagi, bersosialisasi lagi, eh tau-tau Allah punya rencana yang insya Allah lebih indah dari pada rencana aku dan suamiku...

Kini? Jalani saja, patuhi kata-kata suamiku bahwa aku berperan sebagai menjaga pertahanan dalam negeri. 

Well, walaupun sudah pernah melahirkan tetap saja membayangkannya lagi membuat hati deg-degan dan badan gemetar -_-"

Do'akan lancar dan dimudahkan ya teman-teman :)

Sunday, January 5, 2014

Pemahaman

Bismillah...

2014 apa kabar? hehe... Sudah siapkah kita berpacu dengan melodi? Radio kali :p. Ga kerasa ya waktu berjalan dengan cepatnya. Bukan cepat sih sebenarnya, perasaan saja yang bilang demikian. Yup, perasaan. Ngomong-ngomong masalah perasaan, barusan tetanggaku abis curhat habis-habisan. Sebenarnya sih masalah privasi, masalah rumah tangga dia, ngeri! Tapi, mau gimana sebagai tetangga yang baik aku mencoba untuk setia, ckckck (apaaa coba).

Berceritalah ia...

"Aku tuh keseeel banget sama suamiku, dia kan bukan tukang ojeg ya mba. Bo ya kalau jalan tuh ngobrol gitu, atau misal pegangan tangan, ga ada inisiatif banget. Aku mah kadang ngiri lihat suami istri kalau di mall2 bergandengan. Kita? Boro-boro, naek eskalator aja masing-masing, beda tangga. Dia di depan, aku di belakang. Gimana ga marah-marah mulu coba? Errrr... " Bertaring.

Friday, December 27, 2013

Dear Say

Bismillah... 


Dear Say,

Apakah kamu menyesal?

Pertanyaan itu yang sering kali kamu ulang-ulang. ketika percikan masalah mengisi ruang dinamika bahtera kita.

Apakah kamu menyesal?

Apakah aku menyesal?

Hei, Stop! Tentu saja selalu ku katakana padamu say, pemilik hati paling dermawan, lelaki sholih yang tak romantis, lelakiku kini dan selamanya : Tidak! Aku katakan sekali lagi tidak! Tidak pernah sekalipun terbetik rasa yang kau katakan itu. Aku tidak pernah sama sekali menyesal berdampingan denganmu, say.

Ujian terbesar yang kita lalui hampir saja musnah. Kesungguhan itu memang selalu harus berdampingan dengan perjuangan. Maka perjuangan yang panjang dan berliku seputar keuanganpun menjadi pembuka episode pertama rumah tangga kita. 

Say, kamu ingat? Ketika usahamu dipermainkan dan dikuasai oleh temanmu dan aku yang statusnya sedang hamil dan menjadi freelancer. Kita pernah mengorek-ngorek recehan sisa-sisa uang, hanya untuk membeli roti atau kerupuk sebagai pendamping nasi, diwarung sebelah. Ketika menemukan logam bertuliskan 500, alangkah bahagianya hatiku seperti menemukan harta karun yang pencariannya memerlukan perjuangan. Hahahaha… Tentu saja lucu jika ingat hal itu sekarang. Dan parahnya, kita tak pernah memberitahu keluarga, sodara, teman atau siapapun untuk memberi tahu kondisi kita. Untuk apa? Agar mereka mengasihini kita? Tidak! Kita tidak butuh itu. Kita masih punya tenaga untuk berusaha dan bekerja.