Wednesday, August 5, 2015

KPR? BNI Aja!

Bismillah..
 
Membeli rumah adalah impian setiap orang yang telah berumah tangga. Tak beda halnya dengan saya dan suami, diusia pernikahan kami yang kedua, kami mulai merencanakan untuk membeli rumah. Karena bagaimanapun rumah sendiri akan lebih nyaman dibanding harus ngontrak.

Tapi, bagaimana caranya? Sementara harga rumah bukanlah harga sejuta dua juta melainkan harga yang fantastis. Cash? Ga mungkin! Harta gono-gini? Ga ada! Nah, kami pun mulai memikirkannya. Mulailah kami mencari informasi mengenai pembelian rumah secara kredit baik secara online ataupun offline langsung face to face dengan pihak Bank. Setelah mendapat begitu banyak informasi, kami menyimpulkan bahwa KPR-lah jawaban dari segala pertanyaan akan hal ini, baik di Bank Konvensional ataupun Syariah.

Tuesday, June 23, 2015

Terkunci Selepas Teraweh

Bismillah..

Tingkah polah anak memang sering kali menggemaskan. Ada aja kelakuannya yg bikin kita geleng2 kepala.

Seperti malam ini. Kami (warga d'perigi) selalu mengadakan teraweh berjamaah disalah satu rumah, jadi terawehnya muter. Hari ini kebagian dirumahku dan sepertinya malam2 selanjutnya pu  akan dirumahku karena aku punya baby. Para ibu lainnya ngalah.

Nah terus apa hubungannya dengan tibgkah polah anak? Selepas teraweh, kami selonjoran, minum, makan apa saja yg telah disediakan kemudian tadarus berjamaah. Setelah selesai semuanya, satu per satu ibu2 pulang. Tinggal bersisa satu dua orang yg masih betah gendong bayiku, Nusaiba.

Fathan dkk memang dari tadi sudah main dikamar, dilarang beberapa kalipun tetap saja ngeyel, bilang klo dikamar seger, adem, katanya..

Yowes, aku kehilangan kata2, selama tidak membahayakan, no worries..

Tinggalah ibu yg tersisa mba Ayu dan mba Ria. Aku fokus ngasi Nusaiba. Fathan? Ah lagi main ini sama Aya (anak mba ayu).

"Umiii... Miiii... Toloong.." Tiba2 fathan teriak2 sambil gedor2 pintu. Aku masih ga engeh. Baru setelah semakin kencang teriakannya dan Aya nangis aku engeh klo mereka terkunci dikamar.

Kita instruksikan untuk mencopot kuncinya dan taruh ditangan kami yg masuk celah bawah. Tapi nihil, mereka udah rusuh, aya malah nangis. 
Aku udah hopeless banget ga tau musti gimana. Bahkan fathan diinstruksi lepas kuncinya kasi ketangan umi, eh malah yg dilepas celananya, dikasi ke tanganku, wkwkwk

Setelah 30 menit mereka trtkurung, akhirnya kami memutuskan untuk mendobrak pintu namun tak kenal menyerah, mba Ayu coba instruksi anaknya lagi untuk mengikuti perintahnya.
Setelah diputer2 Aya, akhirnya kunci pun terbuka dan nampaklah wajah para bocah bingung tapi bahagia. Fathan? Nyengir sambil minta pipis, wkwkwk.. Dudud dudud, hadeuh...

Untungnya Belva (anak mba Ria yg masih satu tahun) diluar, ga ikut fathan. Klo cuma fathan dan belva yg terkunci entah gimana ceritanya. Untungnya Aya (3tahun) jadi udah ngerti. 

Hufffh, kejadian ini benar2 bikin hati dagdigdugdeeer...

Pelajaran yg dapat diambil sih, klo punya anak kecil, jangan pernah deh ngegantungin kunci, cabut aja kuncinga, simpen.

Udah gitu aja, ahahaha :P

Thursday, June 18, 2015

Ramadhan Ini Harus Ditolong

Bismillah

Akhirnya rindu terobati, bulan yg dinanti telah tiba. Bersyukuuur tak terkira karena Allah masih kasi saya kesempatan untuk mencicipi berkah ramadhan. Apakah ini yg terakhir? Apakah ramadhan depan masih ada umur? Entah, yg jelas yg patut digaris bawahi do the best for Allah...
Ya lakukan yg terbaik saja, soal takdir biar Allah yg menentukan namun soal ikhtiar, kita wajib mengoptimalkan yg terbaik yg kita bisa...

Ehm, soal menyambut bulan Ramadhan, apa sih yg ada dipikiran ibu-ibu? Pasti seputaran menu makanan ya? Hihi... Jujur sih, ibu-ibu selalu dihadapkan dengan hal-hal logistik, mau suka mau ga itu pasti. Hanya mungkin penyikapannya saja yg berbeda, ada yg calm menghadapi dengan menu makan yg simple, ada juga yg rempooong sampe udah bedug, masakan belum kelar-kelar :D